BI Bidik Transaksi Pasar Uang Rp 81 Triliun Per Hari di 2030
Pada pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) akhir November 2025, bank sentral menetapkan target ambisius: transaksi harian di pasar uang nasional diharapkan mencapai Rp 81 triliun per hari pada tahun 2030
Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, target ini menjadi bagian dari strategi pendalaman pasar uang dan valuta asing, sejalan dengan blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. ([detikfinance][1])
Untuk mewujudkan target tersebut, BI merencanakan sejumlah langkah strategis: mendorong transaksi repo dan instrumen DNDF agar struktur suku bunga di pasar menjadi efisien, memperkuat peran para primary dealer, serta meningkatkan kolaborasi dengan pelaku pasar melalui asosiasi seperti Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing Indonesia (Apuvindo). Infrastruktur pasar uang juga bakal dibenahi dan integrasi sistem pembayaran ditingkatkan dengan penerapan teknologi modern. ([detikfinance][1])
Selain itu, BI akan memfasilitasi sinergi pembiayaan ekonomi melalui kerja sama dengan lembaga pemerintahan, termasuk Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), serta asosiasi industri terkait. Langkah ini diharapkan dapat mendukung likuiditas serta pendalaman pasar secara menyeluruh. ([detikfinance][1])
Ambisi BI untuk mendorong transaksi pasar uang hingga Rp 81 triliun per hari pada 2030 menunjukkan tekad bank sentral dalam memperkuat fondasi keuangan nasional. Upaya modernisasi pasar, efisiensi suku bunga, dan sinergi multipihak menjadi fondasi utama untuk mewujudkannya.
Semoga langkah ini mampu memperkuat stabilitas sistem keuangan, meningkatkan likuiditas dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di daerah-daerah seperti Magetan dan seluruh Indonesia. Dengan demikian, target 2030 tidak hanya jadi angka semata, tapi berkontribusi nyata terhadap kemajuan ekonomi.